DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL BERBASIS POTENSI LOKAL

  • Bayu Indra Laksana Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
  • Ahmad Maulana Anshori Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
  • Sudarman DPRD Kabupaten Siak
  • Muharrani Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
  • Muhammad Haris Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
Keywords: Digitalisasi, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK)

Abstract

Abstrak

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa indikator: Kekuatan (Strengths): Produk inovatif seperti Bika Ambon Frozen dari Dapoer Zhafran, ketersediaan produk diberbagai minimarket, adanya reseller, produk Jae-Que tanpa pengawet, pemberdayaan masyarakat, penggunaan mesin dalam produksi, daya tahan produk Keripik Tempe Sumber Rejeki, penyuluhan dari pemerintah, serta inovasi dan kreativitas pelaku usaha. Kelemahan (Weaknesses): Kenaikan harga bahan baku, kelemahan dalam pemasaran, keterbatasan kemasan, kurangnya bahan baku jahe, ketidakmampuan menguasai marketplace Shopee, kurangnya sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi yang tidak optimal, kurangnya modal usaha, dan rendahnya pengetahuan berwirausaha. Peluang (Opportunities): Inovasi produk dengan sertifikasi halal dan BPOM, peluang besar produk herbal Jae-Que, adaptasi melalui media sosial dan marketplace, serta peluang usaha dengan Cash On Delivery (COD). Ancaman (Threats): Kerusakan produk saat pengemasan, dampak pemadaman listrik terhadap produk kue basah, kerentanan mesin produksi, keterbatasan kemasan, persaingan usaha yang semakin ketat, serta kekurangan modal dan pengetahuan pemasaran. Indikator di atas mencerminkan pelaku UMK Kecamatan Lubuk Dalam beradaptasi memanfaatkan teknologi digital dan pemerintah Kabupaten hingga Kampung melakukan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan.

 

Kata kunci: Digitalisasi, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK)

 

Abstract

The research identified several indicators, namely Strengths: innovative products such as Bika Ambon frozen produced by Dapoer Hafran, product availability in various minimarkets, the presence of resellers, Jae-Que products without preservatives, community empowerment by using machines to produce Sumber Rezeki’s tempe so that it has durability, counseling from the government as well as innovation and creativity of business actors. Weaknesses: increase in raw material prices, marketing weaknesses, packaging limitations, lack of ginger raw materials, inability to control the marketplace, Shopee, lack of human resources, suboptimal use of technology, lack of business capital, and low entrepreneurial knowledge. Opportunities: product innovation with halal and BPOM certification, big opportunities for Jae-Que herbal products, adaptation through social media and marketplaces, as well as business opportunities with Cash On Delivery (COD). Threats: product damage during packaging due to power outages on wet cake products, vulnerability of production machines, packaging limitations, increasingly tight business competition and lack of capital and marketing knowledge. This indicator reflects the Lubuk Dalam sub-district MSEs entrepreneurs adapting to utilize digital technology and the district and village governments carrying out empowerment programs through training and mentoring.

 

Keywords: Digitalization, Empowerment of Micro and Small Enterprises (MSEs)

References

Budiarto, R., Putero, S. H., Suyatna, H., Astuti, P., Saptoadi, H., Ridwan, M. M., & Susilo, B. (2018). Pengembangan UMKM antara konseptual dan pengalaman praktis. Ugm Press.

Ciarmiello, A., & Hinna, L. (2016). SWOT analysis and stakeholder engagement for comparative evaluation of hybrid molecular imaging modalities. In PET-CT and PET-MRI in Neurology: SWOT Analysis Applied to Hybrid Imaging (pp. 271–282). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-31614-7_18

CN, Y., & Helmita, H. (2023). Strategi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Digitalisasi Pemasaran untuk Kesejahteraan Masyarakat. Journal of Management and Bussines (JOMB), 5(1), 576–590. https://doi.org/10.31539/jomb.v5i1.4836

Fitriani, M., Maghfiroh, N., Janari, D., Ridwan, M., Purnomo, A., Jurusan, ), Industri, T., & Industri, F. T. (n.d.). Analisis SWOT untuk Digitalisasi Strategi Pemasaran Usaha Kecil dan Menengah Kerajinan Bambu.

Haris, M. (2024). INTERAKSI SOSIAL DAN JARINGAN EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM KONTEKS PERUBAHAN EKONOMI LOKAl. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam Dan Pengembangan Masyarakat, 9(1), 84–98.

Haris, M., Laksana, B. I., Yefni, Y., & Hendrayani, M. (2024). Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 6(2), 351–370.

Haris, M., Maulana Anshori, A., Indra Laksana, B., & Sutan Syarif Kasim Riau, N. (n.d.). Peran Modal Sosial dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang Kaki Lima: Tinjauan Sosiologi Ekonomi pada Objek Wisata Putri Kacamayang-Pekanbaru. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/tathwir/index

Haris, M., Putri, A., & Hendrayani, M. (2023). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA (UP2K). Dakwatul Islam, 8(1), 24–38.

Ilmu Manajemen, J., dan Ekonomi, B., Faradiba Akbar, A., Agna Saskinah, J., Regina Putri, R., Alfina Azz, N., & Fadila Ikhtizam, S. (2023). ANALISIS SWOT DALAM PERBANKAN: MENGUJI KEUNGGULAN DAN TANTANGAN (Vol. 1, Issue 1). https://malaqbipublisher.com/index.php/JIMBE

Irianto, H., Viesta, A. Dela, Nugroho, A. T., Wahyuni, T., Prabowo, W. C., Hamid, I. N., Anufah, T. N., Permatasari, H. I., Salsabila, A., & Sofyana, S. (2022). Digitalisasi UMKM sebagai Upaya Peningkatan Pemasaran dan Penjualan Online di Desa Tengklik. Journal of Cooperative, Small and Medium Enterprise Development, 1(2), 60–64.

Moleong, L. J. (2015). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nisak, Z. (2004). Analisis Swot Untuk Menentukan Strategi Kompetitif. Jurnal Ekonomi Bisnis, 1–8.

Purwana, D., Rahmi, R., & Aditya, S. (2017). Pemanfaatan digital marketing bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 1(1), 1–17.

Strauss, A. , & C. J. (2003). Penelitian Kualitatif. Pustaka Pelajar.

Suci, Y. R. (2017). Perkembangan UMKM (Usaha mikro kecil dan menengah) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 6(1), 51–58.

Suciati, R., Utami, K., & Jaya, B. P. M. (2021). Analisa SWOT Strategi Digitalisasi pada Era New Normal untuk Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera, Indonesia. Jurnal Ilmiah Aset, 23(1), 63–83. https://doi.org/10.37470/1.23.1.178

Sudaryanto, R., & Wijayanti, R. R. (2013). Strategi pemberdayaan UMKM menghadapi pasar bebas Asean. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Badan Kebijakan Fiskal. Kementerian Keuangan, Jakarta, 1–32.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suhendar, E., Hapsari, A. T., Suaedah, S., Mariana, D., & Murodif, A. (2024). Digitalisasi UMKM Sebagai Upaya Pemberdayaan Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Getasan , Kabupaten Semarang. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 3(1), 274–281.

Sutinah, S., Suyanto, B., & Prasetyo, R. A. (2020). PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM MERESPON PERGESERAN KARATERISTIK KONSUMEN DI ERA DIGITAL. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(1), 202. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i1.2020.202-207

Published
2025-06-12
How to Cite
Bayu Indra Laksana, Ahmad Maulana Anshori, Sudarman, Muharrani, & Muhammad Haris. (2025). DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL BERBASIS POTENSI LOKAL . Dakwatul Islam, 9(2), 222 - 249. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v9i2.1608