Dinamika Gratitude dan Subjective Well-being pada Mahasiswa Perantau di Masa Pandemi Covid-19

Dinamika Gratitude dan Subjective Well-being pada Mahasiswa Perantau di Masa Pandemi Covid-19

  • Yuditia Prameswari Universitas Batam
  • Maryana Universitas Batam
Keywords: Gratitude ; Subjective Well-Being; mahasiswa, kesehatan mental.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehidupan mahasiswa perantau dalam memaknai masa Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kekhawatiran dan ketidakpastian. Batam memiliki kekhasan pada mahasiswanya karena sebagai kota industri yang menawarkan penghidupan yang lebih baik, banyak pekerja yang berasal dari luar Batam, yang juga berperan sebagai mahasiswa perantau. Ketika Pemerintah Daerah menghimbau untuk menghentikan semua kegiatan, yang kemudian digantikan dengan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah, ada beberapa mahasiswa yang terpaksa harus tetap tinggal di kos, asrama bahkan mengalami permasalahan keuangan yang cukup pelik. Subjective well-being adalah evaluasi diri terhadap kehidupan individu berdasarkan evaluasi kognitif terhadap kepuasan hidup dan evaluasi afektif serta emosi positif (Diener, Oishi, and Tay 2018). Subjective well-being dapat membuat hidup seseorang lebih berharga sehingga lebih berpikiran dan berperasaan positif dalam bersikap/mengambil keputusan. Salah satu yang mempengaruhi subjective well-being adalah rasa bersyukur (Alex Linley, Joseph, Maltby, Harrington, & Wood, 2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Subjective Well-Being Scale yang diadaptasi berdasarkan Positive and Negative Affect Schedule dengan tingkat reliabilitas yang baik (alpha Cronbach α=.941)  dan skala rasa bersyukur yang dikemukakan oleh Fitzgerald (Boleyn-Fitzgerald, 2016), Peterson (Peterson & Schreiber, 2012) dan (Seligman, 2018). Hasil penelitian terungkap bahwa gratitude memiliki pengaruh terhadap Subjective Well-Being dengan koefisien korelasi sebesar 0,589 (p <0.05), dengan besaran nilai proporsi yang disebabkan oleh gratitude sebesar 0,347 yang diperoleh dari 91 orang mahasiswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa gratitude adalah salah satu pemicu positif dari mahasiswa perantau untuk tetap mampu menciptakan aura dan sikap positif  selama masa Pandemi Covid 19

Kata Kunci     :  Gratitude ; Subjective Well-Being; mahasiswa, kesehatan mental

Published
2021-06-30
How to Cite
Prameswari, Y., & Maryana, M. (2021). Dinamika Gratitude dan Subjective Well-being pada Mahasiswa Perantau di Masa Pandemi Covid-19. Nathiqiyyah, 4(1), 60-70. Retrieved from https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Nathiqiyyah/article/view/247