POLA KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN KELUARGA

  • Diana Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Keywords: Pola Komunikasi, Penyuluh Agama Islam, Pembinaan Keluarga, Keluarga Bermasalah

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang digunakan oleh penyuluh agama Islam dalam pembinaan keluarga bermasalah di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri atas empat penyuluh agama Islam dan empat staf pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola komunikasi utama yang diterapkan, yaitu: (1) komunikasi langsung melalui tatap muka untuk memberikan nasihat dan solusi secara jelas; (2) komunikasi tidak langsung melalui pendekatan persuasif dan empatik agar keluarga lebih terbuka; dan (3) komunikasi advokatif dengan peran penyuluh sebagai mediator netral dalam penyelesaian konflik. Penerapan pola komunikasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran keagamaan keluarga, memperkuat hubungan emosional antar anggota keluarga, serta membantu penyelesaian konflik secara lebih efektif dan bijaksana. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Penyuluh Agama Islam, Pembinaan Keluarga, Keluarga Bermasalah. Abstract This study aims to analyze the communication patterns used by Islamic religious instructors in guiding problematic families in Tambusai District, Rokan Hulu Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method, involving four Islamic religious instructors and four supporting staff as research subjects. Data were collected through observation, unstructured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal three main communication patterns applied in the guidance process: (1) direct communication through face-to-face interaction to provide clear advice and solutions; (2) indirect communication using persuasive and empathetic approaches to encourage openness among family members; and (3) advocative communication in which the instructor acts as a neutral mediator in resolving family conflicts. The application of these communication patterns effectively enhances religious awareness, strengthens emotional relationships within the family, and supports wise and effective conflict resolution. Keywords: Communication Patterns, Islamic Religious Counselors, Family Guidance, Troubled Families.

References

Ardiansyah, R. (2022). Komunikasi efektif dalam konseling keluarga. Yogyakarta: Pustaka Mulia.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage Publications.

Effendy, O. U. (2019). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Fauzan, M. (2018). Komunikasi empatik dalam pembinaan keluarga. Jakarta: Kencana.

Fauzi, A. (2017). Dakwah bil hikmah dalam perspektif komunikasi Islam. Bandung: PT Alfabeta.

Firmansyah, D. (2021). Komunikasi asertif dalam mediasi konflik keluarga. Malang: UMM Press.

Hakim, A. (2020). Literasi agama dan ketahanan keluarga Muslim. Surabaya: Airlangga University Press.

Haryanto, S. (2020). Kredibilitas komunikator dalam proses penyuluhan. Jakarta: Rajawali Pers.

Hasanah, L. (2020). Pola komunikasi persuasif dalam pembinaan keluarga di masyarakat pedesaan. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 12(1).

Hasibuan, R. (2025). Peran Penyuluh Agama Islam dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah. Jurnal Narasi: Komunikasi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam.

Hidayat, N. (2021). Pendekatan simbolik dalam dakwah keluarga. Padang: UIN Imam Bonjol Press.

Haris, M., Adilah, A. R., & Laksana, B. I. (2023). TIGA STRATEGI KOMUNITAS GENKOMPAK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PUBLIC SPEAKING GENERASI MUDA. TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 14(2), 123–133.

Haris, M., Hendrayani, M., & Nurhijjah, H. (2023). PEMBERDAYAAN KELUARGA LANSIA MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) DI KAMPAR. TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 14(1), 1–8.

Hurlock, E. B. (2019). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. PT Erlangga.

Ibrahim, M. (2017). Internalisasi nilai keagamaan dalam keluarga Muslim. Jakarta: Kharisma Press.

Liliweri, A. (2017). Komunikasi lintas budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maulana, H. (2020). Peran konselor sebagai mediator dalam konflik rumah tangga. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 8(2).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muhtadi, A. (2020). Fondasi moral keluarga Muslim. Bandung: Humaniora Press.

Mulyana, D. (2018). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyani, T. (2021). Sinergi kelembagaan dalam penyuluhan keagamaan. Jurnal Sosial Keagamaan, 9(1).

Mustofa, I. (2021). Manajemen penyuluhan agama Islam. Semarang: Walisongo Press.

Nata, A. (2018). Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Masyarakat. RajaGrafindo Persada.

Nurbaya, N. (2022). Family resilience dalam perspektif Islam. Medan: UIN Sumatera Utara Press.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods. Sage Publications.

Rafiah, W. A., Mayasari, R., & Samsuri, S. (2025). Strategi Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Keluarga Sakinah di Kecamatan Kambu. Jurnal Mercusuar: Penyuluhan dan Konseling Islam.

Ridwan, R. (2019). Stigma sosial dan hambatan konseling keluarga. Jurnal Psikologi Islam, 5(1).

Rohman, H. (2018). Komunikasi empatik dalam pelayanan konseling. Malang: UMM Press.

Sari, D. (2019). Kolaborasi lembaga dalam advokasi sosial keagamaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2).

Siregar, T. (2020). Komunikasi tatap muka dalam penyuluhan keluarga. Pekanbaru: UNRI Press.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Suharto, A. (2018). Psikologi konseling keluarga Muslim. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sunarto, B. (2019). Hambatan psikologis dalam konseling keluarga. Bandung: PT Remaja Karya.

Syafrizal, A. (2019). Peran tokoh agama dalam mediasi konflik keluarga. Jurnal Ilmu Dakwah, 10(2).

Syahroni, M. A. & Misrah, M. (2024). The Weakening Role of Islamic Religious Counselors in Forming Sakinah Families. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan.

Umar, M. (2018). Integrasi nilai agama dan budaya lokal dalam pembinaan keluarga. Jurnal Dakwah Nusantara, 6(2).

Wibowo, J. (2020). Komunikasi persuasif dalam pemberdayaan masyarakat. Surabaya: Penerbit Erlangga.

Yusuf, F. (2022). Pemanfaatan media digital dalam dakwah keluarga. Jurnal Komunikasi Islam, 14(1).

Published
2025-12-13
How to Cite
Diana. (2025). POLA KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN KELUARGA . Dakwatul Islam, 10(1), 22 - 34. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v10i1.1860