Analisis Metode Pengulangan di Masa Rasulullah SAW Pada Hafalan Alquran Para Sahabat
Abstract
Menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu tradisi penting dalam Islam yang bertujuan menjaga kemurnian teks suci sekaligus meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah. Namun, tantangan dalam mempertahankan hafalan, seperti lupa dan kesalahan dalam bacaan, sering kali dihadapi oleh penghafal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pengulangan klasik, yaitu Takrar, Tarkiz, Tarsikh, Tafaqqud, dan Muraja’ah, dalam mendukung proses hafalan Al-Qur'an. Metode ini telah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan memiliki karakteristik unik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghafal, baik anak-anak maupun dewasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode Takrar efektif dalam memperkuat daya ingat melalui pengulangan terstruktur, sementara Tarkiz membantu penghafal memusatkan perhatian pada ayat-ayat tertentu. Tarsikh memperkuat hafalan melalui pengulangan intensif, Tafaqqud memastikan kesahihan hafalan melalui verifikasi dengan mushaf, dan Muraja’ah menjaga konsistensi hafalan dalam jangka panjang. Hasil Penelitian ini adalah rekomendasi khusus penerapan metode Takrar dan Muraja’ah untuk orangtua dalam membimbing anak, serta metode Tafaqqud dan Tarsikh untuk guru dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur'an yang lebih efektif dan mendukung terciptanya generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas.
References
Ali Anwar, Muhamad. “Revitalizing the Method of Repetition in the Recitation of the Qur’an.” Istawa: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 2 (2019): 156. https://doi.org/10.24269/ijpi.v4i2.1995.
Fitri, Amelia Izzatul. “Penerapan Metode Takrir Dalam Penguatan Hafalan Ak-Qur’an Siswi Boarding School Di MA Negeri 2 Surakarta” 13, no. 1 (2023): 104–16.
Gade, Fithriani. “Implementasi Metode Takrar Dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an.” Jurnal Ilmiah Didaktika 14, no. 2 (2014): 413–25. https://doi.org/10.22373/jid.v14i2.512.
George, and Mary W. The Elements of Library Research: What Every Student Needs to Know. Princeton University Press, 2008.
Hafiz, Muhaidi Mustaffa Al, Muhammad Fathi Yusof, Mohd AI’Ikhsan Ghazali, and Siti Salwa Md. Sawari. “Historiography of Quranic Memorization from the Early Years of Islam until Today.” Mediterranean Journal of Social Sciences, no. February (2016). https://doi.org/10.5901/mjss.2016.v7n1s1p279.
Musleh, Mahfida Inayati, and Moh. Wardi. “Implementasi Metode Takrar Dalam Meningkatkan Daya Ingat Hafalan Quran Mi Al Imron Pakamban Laok Pragaan Sumenep.” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 10, no. 2 (2022): 207–22. https://doi.org/10.52185/kariman.v10i2.229.
Nor Musliza, Mustafa, and Basri Mokmin. “Perbandingan Kaedah Hafazan Al-Quran Tradisional Dan Moden: Satu Kajian Awal.” Proceeding of the Social Sciences Research ICSSR 2014 2014, no. June (2014): 830.
Onsu, Indra Foreman, Michael S Mantiri, and Frans Singkoh. “Analisis Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Camat Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa.” Jurnal Eksekutif : Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan 3, no. 3 (2019): 1–8.
Retnoningsih, Ana, and Suharso. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya, 2005.
Suharjo, Erwin, Edi Safri, and Rehani. “Metode Pendidikan Perspektif Hadis.” Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan 2, no. 2 (2023): 82–95. https://doi.org/10.57250/ajpp.v2i2.199.
Wahid, Wiwi Alawiyah. Cara Cepat Bisa Menghafal Quran. Jogjakarta: Diva Press, 2014.
Copyright (c) 2025 Azni Aisyah, Rinah Rinah, Syukri Syukri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








