Fatwa MUI dan Eco-Masjid: Membangun Kesadaran Ekologis Umat Islam Melalui Pengelolaan Lingkungan di Masjid
Abstract
Abstract This article discusses the role of the fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) in building ecological awareness of Muslims through the implementation of Eco-Masjid, a mosque that applies environmentally friendly principles to support the sustainability of nature. MUI itself has issued several fatwas related to environmental management, but their implementation at the mosque and community level is still limited. This article is qualitative in nature and based on library research (printed and digital data). Using this method, this article finds that the implementation of eco-friendly principles in mosques, such as waste management, renewable energy use, and greening, can strengthen the ecological message of MUI's fatwas. In addition, mosques have great potential to become centres of sustainability education and practice that can inspire the community. This article provides new insights on how MUI fatwa and Eco-Masjid concept can complement each other to create a community that is more concerned about environmental sustainability. Thus, this article not only suggests a model of fatwa implementation, but also offers a concrete solution to raise the awareness of Muslims in facing today's environmental challenges. Keywords: MUI Fatwa, Eco-Masjid, Ecological Awareness, Environmental Management. Abstrak Artikel ini membahas peran fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membangun kesadaran ekologis umat Islam melalui implementasi Eco-Masjid, yaitu masjid yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan alam. MUI sendiri telah mengeluarkan beberapa fatwa yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tapi implementasinya di tingkat masjid dan komunitas masih terbatas. Tulisan dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan berbasis pada data kepustakaan, baik cetak maupun digital. Melalui metode tersebut, artikel ini menemukan bahwa penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam masjid, seperti pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, dan penghijauan, dapat memperkuat pesan ekologis dari fatwa MUI. Selain itu, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi dan praktik keberlanjutan yang dapat menginspirasi masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana fatwa MUI dan konsep Eco-Masjid dapat saling melengkapi untuk menciptakan komunitas yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyarankan model implementasi fatwa, tetapi juga menawarkan solusi konkret menumbuhkan kesadaran umat Islam dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Kata kunci: Fatwa MUI, Eco-Masjid, Kesadaran Ekologis, Pengelolaan Lingkungan.References
Amir, Hamzah. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Literasi Nusantara, 2020.
Armayanto, Harda, ed. Framework Studi Islam: Kajian Multidisiplin Wacana Keislaman Kontemporer. Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), 2021.
Capra, Fritjof, dan Robert March. “The Turning Point: Science, Society, and the Rising Culture.” Physics Today 35, no. 11 (1982). https://doi.org/10.1063/1.2914857.
Fugnaire, Francisco I. Functional Plant Ecology. CRC Press, 2007.
Hakiki, Muhammad Rafie. “Identifikasi Potensi Penerapan Eco-Masjid Pada Masjid Jamik Darussalam, Banda Aceh.” Skripsi, UIN Ar-Raniry, 2025.
Hidayat, Eka Rahmat, Hasim Danuri, dan Yanuar Purwanto. “Eco Masjid: the First Milestone of Sustainable Mosque.” Journal of Islamic Architecture 5, no. 1 (2018). http://dx.doi.org/10.18860/jia.v5i1.4709.
Irfan, Irfan, Ade Rahman Firdaus, Maharani Yulia, dan Akbarudin Suryamin. “Ecomasjid: Kontribusi Pengurus Masjid Dalam Membangun Masyarakat Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Lingkungan.” Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah 10, no. 1 (2025). https://doi.org/DOI: 10.15575/tadbir.v10i1.
Majelis Ulama, Fatwa. “Fatwa Majelis Ulama Indonesia, no. 001/MUNAS-IX/MUI/2015.” 2015, t.t. Diakses 11 Juni 2025. https://drive.google.com/file/d/1hE6xZZslfLbNfdsma4e5yK0nBe8qLU6r/view.
Majelis Ulama, Fatwa. “Fatwa Majelis Ulama Indonesia, no. 04 Tahun 2014 Tentang pelestarian Satwa Langka Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem.” 2014. https://fatwamui.com/storage/116/No.-04-Pelestarian-Satwa-Langka-utk-Menjaga-Keseimbangan-Ekosistem.pdf.
Majelis Ulama, Fatwa. “Fatwa Majelis Ulama Indonesia, no. 22 Tahun 2011 Tentang Pertambangan Ramah Lingkungan.” 2011. https://fatwamui.com/storage/505/No.-22-Pertambangan-Ramah-Lingkungan_final.pdf.
Majelis Ulama, Fatwa. “Fatwa Majelis Ulama Indonesia, no. 30 Tahun 2016 Tentang Hukum Pembakaran Hutan Lahan Serta Pengendaliannya.” 2016. https://mui.or.id/storage/fatwa/81a8933e012a893b9a7adf91891aa6d0-lampiran.pdf.
Majelis Ulama, Fatwa. “Fatwa Majelis Ulama Indonesia, no. 41 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan.” 2014. https://fatwamui.com/storage/153/No.-41-Pengelolaan-Sampah-utk-Mencegah-Kerusakan-Lingkungan.pdf.
Mubarok, Sofi, dan Muhammad Afrizal. “Islam dan Sustainable Develeopment: Studi Kasus Menjaga Lingkungan dan Ekonomi Berkeadilan.” Dauliyah 3, no. 1 (2018). https://doi.org/10.21111/dauliyah.v3i1.1872.
Mufid, Moh. “Reasong Ecological Fatwas: The Progressive Response of the Indonesian Ulema Council (MUI) to the Phenomenon of Climate Change in Indonesia.” Istinbath: Jurnal Hukum 18, no. 1 (2023). https://doi.org/10.32332/istinbath.v20i02.4824.
Mulasari, Surahma Asti, dan Herman Yuliansyah. Ecomasjid dan Kontribusinya dalam Pengelolaan Lingkungan dalam Prespektif Keagamaan, ekonomi, Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Karakter dan Pemberdayaan Masyarakat. CV Mine, 2024.
Mulyati, Mumung. “Kontribusi MUI dalam Pengembangan dan Penerapan Hukum Islam di Indonesia.” Al-Maslahah: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 7, no. 1 (2019). https://doi.org/10.30868/am.v7i01.547.
Nasr, Seyyed Hossein. Relegion and The Order of Nature. Oxford University Press, 1996.
Prabowo, Hayu. Ecomasjid: Dari Masjid Makmurkan Bumi. Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI, 2017.
Purwanto, Heru, Ficky Augusta Imawan, dan Wiliam Reynold. “The Role of the ‘Eco Masjid’ Program in Jakarta in the Development of Awareness of Eco-Friendly Living Culture.” Cities and Urban Development Journal 2, no. 1 (2024). https://scholarhub.ui.ac.id/cudj/vol2/iss1/4/.
Qal’aji, Muhammad Rawas. Mu’jam Lughah al-Fuqahā’. Dar al-Nafais, 1988.
Rahmawati, Nur. “Kemenag Revitalisasi Perpustakaan Masjid di 2025, Ini Programnya.” Kemenag.go.id, 2025. https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-revitalisasi-perpustakaan-masjid-di-2025-ini-programnya-eOee4.
Restya, Winda Putri Diah, Syarifah Zainab, Siti Maisyarah, dan Rizky Alfarizy. “From Eco-Masjid to Green Campus: Transforming Environmental Awareness Through the Strategic Role of Mosques.” Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 8, no. 4 (2024). https://doi.org/10.30651/aks.v8i4.23187.
Sahidin, Amir. “Pendayagunaan Zakat dan Wakaf untuk Mencapai Maqashid Syari’ah” Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 14, no. 2 (2021). https://doi.org/10.47411/al-awqaf.v14i2.148
Sayre, Kenneth M. Plato’s Analytic Method. University of Chicago Press, 1969.
Supian, Supian. “Peran dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang Lingkungan Hidup.” Ad-Dhuha: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Budaya Islam 1, no. 1 (2020). https://online-journal.unja.ac.id/Ad-Dhuha/article/view/9136/10123.
Sutton, Mark Q., dan E.N Anderson. Introduction to Cultural Ecology. Altamira Press, 2010.
Syarifuddin, M. Syahrul, dan Amir Sahidin. “Filantropi Islam Menjawab Problem Kesenjangan Ekonomi Umat.” JPMA: Jurnal Penelitian Medan Agama 12, no. 2 (2021): 101–9. http://dx.doi.org/10.58836/jpma.v12i2.11506.
Taylor, Bron. Dark Gress Religion, Nature Spirituality and the Planetary Future. University of California Press, 2010.
Valk, Arnold Van Der. Forest Ecology, Recent Advances in Plant Ecology. Spriger, 2009.
Wijoto, Ribut. “Ramah Lingkungan, Begini Konsep Eco-Masjid Nurul Jannah yang Digagas PG.” beritajatim.com, 2019. https://beritajatim.com/ramah-lingkungan-begini-konsep-eco-masjid-nurul-jannah-yang-digagas-pg.
Zarkasyi, Hamid Fahmy. “Worldview sebagai Asas Epistemologi Islam.” Dalam Framework Studi Islam: Kajian Multidisiplin Wacana Keislaman Kontemporer, disunting oleh Harda Armayanto. Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), 2021.
Zed, Mestika. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia, 2004.
Zuhaili, Wahbah. Al-Wajīz Fi Ushūl al-Fiqh. Dar al-Fikr al-Muashir, 1999.
Zulkifli, Nurdin, Ferry Fatnanta, Shalahuddin Shalahuddin, dan Imam Suprayogi. “Program Eco-Masjid Dengan Budidaya Kangkung Darat di Masjid Baitul Izzah Kecamatan Pujud.” Prosiding Seminar Nasional Pengambdian Kepada Masyarakat 2021(SNPPM-2021) 2 (2021). https://doi.org/10.21009/snppm.021.
Copyright (c) 2025 Harda Armayanto, Amir Sahidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






