Ideology and Social Process of Veil Use Among Generation Z
A Social Construction Approach
DOI:
https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v22i02.1631Keywords:
Cadar, Ideologi, Eksternalisasi, Internalisasi, Proses SosialAbstract
Abstrak
Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang mengenakan jilbab dan bagaimana mereka menginternalisasi serta mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang jilbab, namun isu ini tetap menarik. Meskipun jilbab merupakan fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan jilbab. Data dianalisis menggunakan pedoman semi-terstruktur dan direkam, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa diedit. Sumber data sekunder meliputi tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan-perempuan ini tentang jilbab membentuk konsep diri mereka dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan jilbab tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, dan faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme Untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antar kelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap beragam praktik kesopanan.
Kata kunci: Tabir, Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial
Abstrak
Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang memakai cadar dan bagaimana mereka menginternalisasi dan mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang cadar, namun masalah ini tetap menarik. Meskipun cadar adalah fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan cadar. Data dijelaskan menggunakan pedoman semi-terstruktur dan dicatat, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa pengeditan. Data sekunder bersumber dari tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan ini tentang kadar membentuk konsep diri mereka, dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan cadar tidak dipandang melulu sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, serta faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme. Untuk menumbuhkan masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antarkelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap praktik penutupan aurat yang beragam.
Kata Kunci: Cadar; Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial
References
Afifah, Nurul. “Cadar Dan Ruang Kontestasi Penafsiran Otoritatif.” Religia, April 30, 2019, 17–32. https://doi.org/10.28918/religia.v22i1.1605.
Alim, Annas Azizil, and Mohammad Zakki Azani. “Exploring Discrimination in Education: A Phenomenological Study of the Niqab Restrictions in Higher Education.” Journal of Islamic Education 9, no. 2 (2024): 448–72. https://doi.org/10.52615/jie.v9i2.406.
Amanda, Resti, and Mardianto. “Hubungan Antara Prasangka Masyarakat Terhadap Muslimah Bercadar Dengan Jarak Sosial.” Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) 5, no. 1 (2017): 1. https://doi.org/10.24036/rapun.v5i1.6642.
Azwar, Saifuddin. Metode Penelitian. 6th ed. Pustaka Pelajar, 2005.
Azzis, Ibrahim. “Pola interaksi mahasiswi bercadar di lingkungan kampus (studi kasus: mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.” bachelorThesis, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45377.
Ballout, Shaimaa. “Revisiting the Veil Ban during the COVID-19 Epidemic: The Shift in the Social Context.” Dirasat: Human and Social Sciences 50, no. 4 (2023): 306–17. https://doi.org/10.35516/hum.v50i4.5645.
Berger, Peter L., and Thomas Luckmann. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Penguin Adult, 1991.
Beta, Annisa R. “Hijabers: How Young Urban Muslim Women Redefine Themselves in Indonesia.” International Communication Gazette 76, nos. 4–5 (2014): 377–89. https://doi.org/10.1177/1748048514524103.
Brenner, Suzanne. “Reconstructing Self and Society: Javanese Muslim Women and ‘The Veil.’” American Ethnologist 23, no. 4 (1996): 673–97.
Cahyaningrum, Dwi Retno, and Dinie Ratri Desiningrum. “Jiwa-Jiwa Tenang Bertabir Iman: Studi Fenomenologi Pada Mahasiswi Bercadar Di Universitas Negeri Umum Kota Yogyakarta.” Jurnal EMPATI 6, no. 3 (2018): 3. https://doi.org/10.14710/empati.2017.19757.
Creswell, John W. Research Design: Qualitative & Quantitative Approaches. KIK Press, 2012.
Dwifatma, Andina, and Annisa R. Beta. “The ‘Funny Line Veil’ and the Mediated Political Subjectivity of Muslim Women in Indonesia.” Asian Journal of Communication 34, no. 3 (2024): 284–97. https://doi.org/10.1080/01292986.2024.2320900.
Fattali, Hoda, and Åsa Wahlström Smith. “Learning from the Outsiders-within: Wearing the Niqab in Swedish Teacher Profession and Training.” Race Ethnicity and Education 28, no. 6 (2025): 1044–58. https://doi.org/10.1080/13613324.2023.2183515.
GEOTIMES. “PSG, Cadar, dan Ideologi yang Tak Terbeli.” March 12, 2018. https://geotimes.id/kolom/sosial/psg-cadar-dan-ideologi-yang-tak-terbeli/.
Hakim, Abdurrahman. “Cadar Dan Radikalisme Tinjauan Konsep Islam Radikal Yusuf Qardhawi.” Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 13, no. 1 (2020): 1. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v13i1.5808.
Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. 8th ed. PT. Remaja Rosdakarya, 1993.
Kistoro, Hanif Cahyo Adi, Badrun Kartowagiran, Ngainun Naim, Eva Latipah, Himawan Putranta, and Darmanto Minggele. “Islamophobia in Education: Perceptions on the Wear of Veil/ Niqab in Higher Education.” IJIMS: Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 10, no. 2 (2020): 227–46.
Llorent-Bedmar, Vicente, Lucía Torres-Zaragoza, Encarnación Sánchez-Lissen, Vicente Llorent-Bedmar, Lucía Torres-Zaragoza, and Encarnación Sánchez-Lissen. “The Use of Religious Signs in Schools in Germany, France, England and Spain: The Islamic Veil.” Religions 14, no. 1 (2023). https://doi.org/10.3390/rel14010101.
Lövheim, Mia, and Linnea Jensdotter. “Veiling as Free Choice or Coercion: Banal Religion, Gender Equality, and Swedish Identity on Instagram.” Nordic Journal of Media Studies 6, no. 1 (2024): 36–56. https://doi.org/10.2478/njms-2024-0003.
Merriam, Sharan B. Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. Jossey-Bass, 2009.
Nindito, Stefanus. “Fenomenologi Alfred Schutz: Studi Tentang Konstruksi Makna Dan Realitas Dalam Ilmu Sosial.” Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 1 (2005). https://doi.org/10.24002/jik.v2i1.254.
Nurhadi, Zikri Fachrul. Teori-Teori Komunikasi. Ghalia Indonesia, 2015.
Pandey, Shilpi. “Beyond Emancipation and Oppression: Post-Secular Intersectionality and the Muslim Woman in the French Republic.” Religions 16, no. 9 (2025). https://doi.org/10.3390/rel16091206.
Praditiani, Sasha. “Interpretasi Wanita Cadar Pada Tayangan Propaganda Kelompok Isis.” Jurnal Visi Komunikasi 16, no. 2 (2017): 2. https://doi.org/10.22441/visikom.v16i2.6505.
Puteri, Perdana Aysha. “The Objectification of Muslim Women in Indonesia: The Case of Fashionable Niqab in Social Media.” Religia 25, no. 1 (2022): 69–81. https://doi.org/10.28918/religia.v25i1.4271.
Setiyani, Wiwik, Nuril Hidayati, Nurhairunnisa, and M. Hasan Ubaidillah. “Beyond the Veil: Deconstructing Gender Activism and Islamic Identity in Post-Secular Public Spaces among Muslim Women in Indonesia.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 17, no. 2 (2024): 167–84. https://doi.org/10.14421/ahwal.2024.17202.
Sudirman, Muh. “Cadar Bagi Wanita Muslimah (suatu Kajian Perspektif Sejarah).” DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum 17, no. 1 (2019): 1. https://doi.org/10.35905/diktum.v17i1.651.
Sudirman, Muh. “Cadar Bagi Wanita Muslimah (suatu Kajian Perspektif Sejarah).” DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum 17, no. 1 (2019): 49–64. https://doi.org/10.35905/diktum.v17i1.651.
Wahidah, Nuryu, and Ezzah Nuranisah. “Diskriminasi Perempuan Bercadar Dalam Perspektif Hegemoni.” Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 3, no. 1 (2020): 1. https://doi.org/10.31538/almada.v3i1.530.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohamad Rohman, A.M. Fahrurrazi, Hatta Raharja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






