Tradisi Guyub Membentuk Pola Hidup Berakhlakul Karimah di Mayarakat Kuala Terusan

Authors

  • Fauzi Lubis IAI Diniyyah Pekanbaru

Keywords:

Guyub, Pola Hidup, Akhlakul Karimah

Abstract

Abstrak: Guyub adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna mendalam konteks kehidupan sosial dan budaya Jawa. Kata ini menggambarkan suatu keadaan di mana orang-orang hidup dalam harmoni, kerukunan, persatuan, dan saling menghargai satu sama lain. Konsep guyub mencakup nilai-nilai seperti kerjasama, gotong royong, kebersamaan, dan persaudaraan. Sikap ini juga menekankan pentingnya menghindari konflik dan membangun hubungan yang baik dengan semua pihak. Konsep serupa tentang kerukunan, persatuan, dan saling menghargai dapat ditemukan dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Sedangkan pola hidup memiliki arti kebiasaan aktifitas sehari-hari seseorang dalam menjalankan hidupnya. Didesa Kuala Terusan tradisi guyub ini merupakan nilai budaya yang konstruksi dalam masyarakat Kuala Terusan di kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Guyub, Pola Hidup, Akhlakul Karimah Abstrak: Guyub is a Javanese word that has a deep meaning in the context of Javanese social and cultural life. This word describes a situation where people live in harmony, concord, unity, and respect one another. The concept of guyub includes values such as cooperation, mutual cooperation, togetherness, and brotherhood. This attitude also emphasizes the importance of avoiding conflict and building good relations with all parties. Similar concepts of harmony, unity and mutual respect can be found in various cultures around the world. While lifestyle means the habit of one's daily activities in carrying out his life. In the village of Kuala Terusan this guyub tradition is a cultural value that is constructed in the Kuala Terusan community in everyday life. Keywords: Guyub, Lifestyle, Akhlakul Karimah

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

Tradisi Guyub Membentuk Pola Hidup Berakhlakul Karimah di Mayarakat Kuala Terusan . (2026). ABDIMAS : Jurnal PKM Diniyyah, 1(01), 20-31. https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/abdimasdp/article/view/1991