KESANTUNAN BAHASA KENABIAN DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN

  • Ali Mahfudz Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen
  • Miftah Ulya Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
Keywords: Kesantunan Berbahasa, Nabi Muhammad saw, Pembelajaran

Abstract

Kekerasan verbal di sekolah oleh guru terhadap peserta didik telah menjadi isu yang serius. Untuk mengatasi masalah ini, sebagian besar penelitian mengusulkan penggunaan kesantunan bahasa sebagai strategi efektif. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research untuk mengeksplorasi konsep kesantunan berbahasa dalam konteks pendidikan, dengan mengambil teladan Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur’an. Analisis kesantunan berbahasa menggunakan kerangka kerja Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw selalu diajarkan oleh Allah untuk berbahasa santun dalam mendidik umatnya. Kesantunan berbahasa yang diterapkan mencakup kesimpatian, kesetujuan, penerimaan, kemurahan, dan kerendahan hati. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya guru mempraktikkan kesantunan berbahasa ketika mendidik peserta didiknya, sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung bagi perkembangan optimal peserta didik.

Published
2024-02-13
How to Cite
Mahfudz, A., & Ulya, M. (2024). KESANTUNAN BAHASA KENABIAN DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN. Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 12(2), 99-115. Retrieved from https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/966