KEGIATAN INTERNATIONAL HIJAB SOLIDARITY DAY: STRATEGI PROGRAM KEPUTRIAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA DALAM MENGUATKAN PEMAHAMAN BERHIJAB MAHASISWI
Keywords:
Hijab, Mahasiswi, Strategi Dakwah, Identitas ReligiusAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pelaksanaan kegiatan International Hijab Solidarity Day dalam program keputrian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai upaya penguatan pemahaman hijab pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan koordinator program, panitia, serta peserta kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berperan dalam: (1) menginternalisasikan makna hijab sebagai identitas religius dan bentuk kesadaran diri, bukan sekadar simbol penampilan; (2) memperkuat aspek psikologis berupa rasa percaya diri dan kebanggaan berhijab melalui narasi pengalaman personal; serta (3) menciptakan ruang pembelajaran yang suportif dan non-judgmental yang mampu mengurangi tekanan sosial terkait stereotip berhijab. Di sisi lain, terdapat tantangan berupa keberagaman praktik berhijab dan pengaruh tren fesyen yang memengaruhi konsistensi pemahaman mahasiswi.
Kata Kunci: Hijab, Mahasiswi, Strategi Dakwah, Identitas Religius.
Abstract
This study aims to analyze the implementation strategies of the International Hijab Solidarity Day activities within the women’s program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta as an effort to strengthen female students’ understanding of the hijab. This study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the program coordinator, committee members, and activity participants, and were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that this program plays a role in: (1) internalizing the meaning of the hijab as a religious identity and a form of self-awareness, rather than merely a fashion symbol; (2) strengthening psychological aspects such as self-confidence and pride in wearing the hijab through personal experience narratives; and (3) creating a supportive and non-judgmental learning space capable of reducing social pressure related to hijab stereotypes. On the other hand, challenges include the diversity of hijab practices and the influence of fashion trends that affect the consistency of the students’ understanding.
Keywords: Hijab, Female Students, Da’wah Strategies, Religious Identity.
References
Adyputri, N. N., Narsan, Z., & Palennari, M. (2025). Konseptualisasi pengembangan model pembelajaran CELL (Constructive, Experiential, Lifelong Learning) dalam konteks era digital. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 326–346.
Ansory, I., & Rahma, Z. L. (2025). MENJAGA PANDANGAN DAN ETIKA BERPAKAIAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR QS. AN-N? R AYAT 30–31 SEBAGAI FONDASI MORAL DAN SOSIAL UMAT ISLAM. Qurrata: Quranic Research and Tafsir, 2(1, April), 65–77.
BSI Maslahat. (2025, September 29). Hari Solidaritas Hijab Internasional, Sejarah dan Maknanya. https://bsimaslahat.or.id/hari-solidaritas-hijab-internasional-sejarah-dan-maknanya/
Diyona, O. (2025). PERAN KOMUNIKASI INTERAKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN: ANALISIS INTERAKSI GURU DAN SISWA KELAS 8 SMPN 12 LEBONG. Siwah: Multidisciplinary Scientific Journal, 1(3), 33–44.
Hafizd, J. Z., Rana, M., Setyawan, E., Shodikin, A., Khoirudin, A., Muntajah, T. A., & Ilaina, N. (2025). Peran Perguruan Tinggi dalam Membentuk Generasi Moderat: Pentingnya Moderasi Beragama bagi Mahasiswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 5(1), 103–115.
Haris, M. (2019). Problematika Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 2(1), 46–63.
Haris, M., Indah, T., Lilawati, E., Mas’od, M. M., & Yudistira, F. (2025). Empowering Unprosperous Communities Through A Creative Economy Based On Household Waste Processing.
Hefni, W. (2019). Perempuan, Jilbab, dan Solidaritas Kemanusiaan: Studi Gerakan Perempuan Berhijab Pasca Tragedi New Zealand. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 14(1), 67–84.
Malabar, A., Aurelia, S. N., Effendi, Q. I., & Raharjo, D. P. (2022). Diskriminasi Terhadap Wanita Berhijab Dalam Dunia Profesional. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(01).
Mubayanah, S., & Amin, N. (2024). Transformasi Makna Ritual Dalam Masyarakat Modern: Analisis Sosiologis Dan Budaya. GAHWA, 3(1), 17–33.
Muliana, L., & Dewi, A. S. (2024). Jilbab: Antara Identitas Agama dan Transformasi Trend Model Berjilbab di Kalangan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 1887–1898.
Pebiyanti, L. A., Romelah, R., & Mardiana, D. (2023). Implementasi program keputrian dalam membentuk akhlak perempuan salihah. Fitrah: Journal of Islamic Education, 4(2).
Qotrunnada, Q., & Maulana, M. F. (2022). Konsumerisme Dalam Tren Brand Fesyen Muslimah Di Jakarta. Muqoddima: Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 3(2), 93–104.
Sa’dullah, A., & Samau’al, A. (2023). Komodifikasi Jilbab: Antara Kesalehan dan Fesyen. LANTERA: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(2), 139–151.
Sari, D. N. (2025). INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI BUDAYA ORGANISASI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM. Jurnal Adab Dan Peradaban Islam, 1(3), 54–64.
Toyyib, M. (2018). KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-AHZAB AYAT 59: Studi Komparatif Tafsir Al Misbah dan Tafsir–Tafsir Terdahulu. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 3(1), 66–93.
Yefni, M. H. (2018). ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam Dan Pengembangan Masyarakat, 3, 42–61.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Oriza Alisyap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





.png)

