Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas
<p>Kreativitas jurnal ilmiah Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun, bulan Agustus dan bulan February. Kajian dalam jurnal Kreatifitas; Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Focus and Scope tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan Islam, hasil penelitian pendidikan Islam, pengabdian pendidikan Islam, pengetahuan ilmiah pendidikan Islam, strategi pendidikan Islam, metode pendidikan Islam, manajemen pendidikan Islam, segala aspek yang terkait dengan pendidikan Islam baik ilmiah maupun hasil penelitian atau pengabdian. Penulisan terbuka bagi akademisi, peneliti, dan praktisi yang peduli terhadap pendidikan Islam.</p>Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaruen-USKreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam2460-9870PENDIDIKAN HOLISTIK SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1804
Penelitian ini menganalisis pelaksanaan pendidikan holistik sebagai upaya pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 4 Kediri Jawa Timur. Pendidikan holistik dipandang penting karena mampu mengembangkan seluruh potensi manusia secara seimbang, termasuk aspek emosional dan spiritual yang menjadi landasan pembentukan karakter positif santriwati. Kecerdasan emosional dan spiritual dipandang bagian dari soft skills yang dapat memperkuat makna dari kecerdasan lainnya, sekaligus menjadikan pondasi mental yang menentukan perilaku positif seseorang agar dapat menemukan jati dirinya, makna hidupnya dan arah tujuan hidupnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik di Gontor Putri diterapkan melalui visi, misi, kurikulum komprehensif integratif, kegiatan intra-ekstrakurikuler, pembiasaan, pengarahan, keteladanan, serta bimbingan konseling. Faktor pendukungnya adalah sistem pendidikan yang baku, guru yang ikhlas dan berdedikasi, serta sarana-prasarana yang memadai. Hambatan yang ditemukan yaitu keterbatasan profesionalisme guru dan kurangnya pemahaman santriwati mengenai pentingnya pendidikan pesantren.Laukhin Rosyida FalistyaRido KurniantoAyok AriyantoArditya Prayogi
Copyright (c) 2025 Laukhin Rosyida Falistya, Rido Kurnianto, Ayok Ariyanto, Arditya Prayogi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-10-152025-10-1514211414410.46781/kreatifitas.v14i2.1804STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS VIII DI SMP JABAL RAHMAH MULIA MEDAN
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1810
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas VIII SMP Jabal Rahmah Mulia Medan. Penelitian ini penting dilakukan mengingat rendahnya disiplin dan rasa tanggung jawab siswa masih menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan hasil, data divalidasi dengan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu sehingga temuan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan enam strategi utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, pemberian tugas, aturan sosial, sanksi edukatif, dan motivasi. Strategi ini terbukti efektif menurunkan jumlah pelanggaran tata tertib, meningkatkan kedisiplinan waktu, serta membangun rasa tanggung jawab siswa baik dalam aspek akademik maupun sosial. Kendati masih terdapat hambatan dari sebagian kecil siswa yang dipengaruhi faktor keluarga dan pergaulan di luar sekolah, secara umum strategi tersebut berjalan baik dan membawa dampak positif. Penelitian ini merekomendasikan agar konsistensi penerapan strategi terus dijaga dengan dukungan keluarga serta lingkungan, sehingga pendidikan karakter dapat berlangsung lebih optimal dan dapat dijadikan rujukan praktik baik bagi sekolah lain. Harun Ar RasyidIsnu Yulia Mulan
Copyright (c) 2025 Harun Ar Rasyid, Isnu Yulia Mulan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-032025-11-0314214516110.46781/kreatifitas.v14i2.1810Modernisasi Pendidikan Agama Islam Di Era Revolusi Industri 4.0
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1824
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses modernisasi Pendidikan Agama Islam di era Revolusi Industri 4.0 yang diwarnai oleh kemajuan teknologi dan digitalisasi pembelajaran. Fokus penelitian ini terletak pada upaya lembaga pendidikan Islam dalam menyesuaikan metode, strategi, dan media pembelajaran agar tetap relevan dengan karakteristik generasi digital. Alasan penelitian ini dilakukan karena perkembangan teknologi menuntut perubahan sistem pendidikan yang lebih adaptif, tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan yang logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi PAI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga pembaruan paradigma pembelajaran agar nilai-nilai Islam tetap menjadi landasan utama di tengah perkembangan digital. Implikasi penelitian ini adalah perlunya guru PAI mengembangkan kompetensi digital dan inovasi pembelajaran agar mampu menanamkan nilai keislaman secara efektif di era modern.Suci AnnisahAdhe Nurhaliza Alfany
Copyright (c) 2025 Suci Annisah, Adhe Nurhaliza Alfany
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-032025-11-0314216217410.46781/kreatifitas.v14i2.1824PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL:
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1819
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada ranah Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif bagaimana digitalisasi memengaruhi sistem, proses, serta nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber akademik, seperti buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen penelitian terkait pendidikan Islam di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa arus digitalisasi menghadirkan dua sisi yang saling berlawanan. Di satu sisi, muncul tantangan berupa rendahnya kemampuan digital pendidik, keterbatasan sarana, dan potensi penyebaran informasi agama yang tidak sesuai prinsip ajaran Islam. Namun di sisi lain, era digital membuka ruang bagi inovasi pembelajaran, memperluas akses terhadap ilmu agama, serta memungkinkan proses pembelajaran yang lebih menarik dan fleksibel. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi guru agama, pembentukan etika digital Islami, dan kebijakan pendidikan yang selaras dengan prinsip nilai-nilai Islam di tengah kemajuan teknologi.Muhammad HaikalRamadani Fitri GintingRony Styawan
Copyright (c) 2025 Muhammad Haikal, Ramadani Fitri Ginting, Rony Styawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-102025-11-1014217518510.46781/kreatifitas.v14i2.1819EFEKTIFITAS PENILAIAN MENGGUNAKAN DATA CEK DAN SKALA RENTANG PADA MATA PELAJARAN FIQIH BAB WUDHU KELAS VII MTs TQ EL MUNA Q
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1855
This study aims to describe and compare the effectiveness of three models for assessing ablution practices in seventh-grade students of MTs TQ El Muna Q: global assessment, checklist, and scale assessment. This study used a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and literature review methods. The subjects included Islamic Religious Education teachers and nine seventh-grade students. The instruments used were a checklist observation sheet containing 16 aspects of the pillars and sunnah of ablution and a scale assessment sheet with a scale of 1–4 that assessed five main aspects of the skill. The results showed that global assessment was practical but less accurate because it did not indicate specific student errors. Assessment using a checklist provided the most detailed results and helped teachers and students clearly identify errors. Meanwhile, the scale assessment provided an objective and easily analyzed picture of the quality of ablution implementation, especially aspects of calmness, neatness, and efficiency of water use. The combination of a checklist and scale assessment proved to be the most effective because it assessed both technical aspects and students' overall worship attitudes. nashrullahzakiWahyu Kholis PrihantoroNisaul KhoiriyyahRodhotul JannahRahma Santika Imam Musyafa
Copyright (c) 2025 nashrullahzaki, Wahyu Kholis Prihantoro, Nisaul Khoiriyyah, Rodhotul Jannah, Rahma Santika , Imam Musyafa
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-152025-11-1514218620410.46781/kreatifitas.v14i2.1855KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI BELANDA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MULTIKULTURALISME
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1877
Abstrak Penelitian ini berfokus pada tantangan serta peluang kebijakan pendidikan Islam di tengah masyarakat multikultural Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan mengulas beberapa artikel yang ditemukan. Pendekatan yang digunakan yaitu kriteria inklusi dan eksklusi melalui pengamatan secara sistematis dalam artikel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam di Belanda harus mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan masyarakat yang multikulturalisme. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan standar kurikulum yang konsisten dan banyak guru Islam di Belanda yang kurang memiliki kualifikasi khusus dalam pendidikan Islam sehingga mempengaruhi kualitas pengajaran dan transmisi nilai-nilai agama. Namun demikian, pendidikan Islam di Belanda juga menawarkan peluang signifikan. Pengayaan budaya melalui pendidikan Islam dapat meningkatkan komunikasi antarbudaya, mengurangi prasangka, dan membangun toleransi di antara komunitas yang berbeda. Kebebasan dalam mengatur kurikulum membuka peluang untuk inovasi pendidikan yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keterampilan hidup yang relevan dalam masyarakat modern. Kolaborasi antar komunitas dan pengembangan karakter multikultural melalui pendidikan Islam dapat memperkuat ikatan sosial dan membentuk generasi muda yang inklusif, toleran, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, pendidikan Islam di Belanda memiliki potensi besar untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan multikultural. Muharrani MuharraniHerlini Puspika SariRenny RahmaliaSiti Zaleha
Copyright (c) 2025 Muharrani Muharrani, Herlini Puspika Sari, Renny Rahmalia, Siti Zaleha
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-012025-12-0114220521910.46781/kreatifitas.v14i2.1877PENGUATAN KOMPETENSI PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN MELALUI KURIKULUM INTEGRASI DI SEKOLAH FORMAL DAN PESANTREN DI SMP DHARMA LESTARI SALATIGA
https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Kreatifitas/article/view/1884
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan kurikulum integrasi pada system program khusus Tahfidzul Qur’an di SMP Dharma Lestari serta menganalisis efektivitasnya dalam memperkuat kompetensi tahfidz dan karakter siswa. Metode penelitian yang kita gunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur dengan analisis mengacu pada model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum integrasi mampu menyelaraskan pembelajaran formal dan kegiatan tahfidz melalui penjadwalan yang sejalan, pembagian tugas guru dan ustadz, dan koordinasi mendalam antara sekolah dan pondok pesantren. Program khusus tahfidz yang mencakup kegiatan setoran hafalan, murojaah, serta penggunaan metode juz’i, takrir, setor, dan tes terbukti meningkatkan kualitas hafalan, kedisiplinan, manajemen waktu, serta motivasi spiritual siswa. Meskipun ditemui kendala seperti tuntuta pembelajaran dan adaptasi metode pembelajaran, dukungan guru, ustadz, dan lingkungan pesantren mampu menjaga konsistensi program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum integrasi efektif dalam memperkuat kompetensi tahfidzul Qur’an sekaligus membentuk karakter religius siswa, sehingga model ini layak menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren yang ingin mengoptimalkan sinergi antara pendidikan akademik dan spiritual. Kata Kunci: Kurikulum integrasi, Tahfidzul Qur’an, Pesantren, Kompetensi siswa, Pendidikan Islam Jihan Faradifa NufusSania Azizah AlfazaKunti Hamidatul UlwiyahEka Aprilia CahyaniSilfa Dzukhriyah
Copyright (c) 2025 Jihan Faradifa Nufus, Sania Azizah Alfaza, Kunti Hamidatul Ulwiyah, Eka Aprilia Cahyani, Silfa Dzukhriyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-112025-12-1114222023510.46781/kreatifitas.v14i2.1884