SIKLUS UMRAN / KERADABAN

  • Yafika Apriliza UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
Keywords: Ibnu Khaldun, Ashabiyah, peradaban.

Abstract

Abstract

Abdurrahman bin Muhammad or known by the name of Ibn Khaldun is a Muslim intellectual who is very famous and phenomenal in Islamic scholar. Besides being known as the father of historiography, Ibn Khaldun is also known as an economist and sociologist. His thoughts differed from those of earlier philosophers who talked more about eschatology. The main idea of Ibn Khaldun's thinking is more on the empirical knowledge around him. Therefore, in his study, he wrote about history, economics, and social. One of his main ideas is about the theory of ashabiyah, which describes the civilization of human society. Humans live in groups. They are interdependent and cannot live alone. Therefore, the development of human civilization is shaped by harmony and solidarity among people. It is the same goal of each human being and the realization of ashabiyah (community) among them. The theory of ashabiyah will be the basis for the development of humans. In this study, the authors try to analyze Ibn Klaldun's thoughts about his epistemology related to the development of human civilization. From this study, it can be seen that in principle, human civilization, according to Ibn Khaldun is the realization of ashabiyah to create human development and humidity.

Keywords: Ibnu Khaldun, Ashabiyah, civilization.

Abstrak

Abdurrahman bin Muhammad atau dikenal dengan nama Ibnu Khaldun adalah seorang intelektual muslim yang sangat terkenal dan fenomenal dalam Islam sarjana. Selain dikenal sebagai bapak historiografi, Ibnu Khaldun juga dikenal sebagai ekonom dan sosiolog. Pikirannya berbeda dari yang sebelumnya filsuf yang lebih banyak berbicara tentang eskatologi. Gagasan utama Ibnu Khaldun berpikir lebih pada pengetahuan empiris di sekelilingnya. Oleh karena itu, dalam studinya,dia menulis tentang sejarah, ekonomi, dan sosial. Salah satu ide utamanya adalah tentang teori ashabiyah, yang menggambarkan peradaban masyarakat manusia. Manusia hidup dalam kelompok. Mereka saling bergantung dan tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu,perkembangan peradaban manusia dibentuk oleh keselarasan dan kesetiakawanan antar rakyat. Ini adalah tujuan yang sama dari setiap manusia dan realisasi ashabiyah (masyarakat) di antara mereka. Teori ashabiyah akan menjadi dasar bagi perkembangan manusia. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menganalisis karya Ibnu Klaldun pemikiran tentang epistemologinya terkait dengan perkembangan peradaban manusia.Dari kajian ini dapat diketahui bahwa pada prinsipnya peradaban manusia menurut Ibnu Khaldun adalah realisasi ashabiyah untuk menciptakan pembangunan manusia dan kelembaban.

Kata kunci: Ibnu Khaldun, Ashabiyah, peradaban.

References

Kamaruzaman, A. F., & AKRASHASURTAHMAN, N. (2021). Genesis Falsafah Sejarah Islam dan Perkembangannya Pasca Ibn Khaldun. Islamiyyat: International Journal of Islamic Studies, 43(1).
Khoiruddin, K. (2016). Analisis Teori Ashabiyah Ibn Khaldun Sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi Umat. ASAS, 8(1).
Diajukan, S., Ushuluddin, F., Uin, F., Ampel, S., Oleh, D., & Nim, F. (2022). ALQURAN DAN PERADABAN MANUSIA PERSPEKTIF MUHAMMAD SAI > D RAMAD } A > N AL-BU > T } I >.
Sudrajat, A., & Barat, S. A. (2009). No Title. 1–16.
Sujati, B. (2018). Konsepsi Pemikiran Filsafat Sejarah Dan Sejarah Menurut Ibnu Khaldun. Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 6(2), 127–148. https://doi.org/10.24235/tamaddun.v6i2.3521
Syamsuri Akil. (2020). PERADABAN INFRASTRUKTUR IBNU KHALDUN (Perspektif Perpindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia). Rausyan Fikr, 16(2), 213–241. Mahayudin Hj Yahaya. 2011. ‘Umran al ‘Alam dari Perspektif Ibn Khaldun: Suatu anjakan paradigma. International Journal of West Asian Studies 3(1): 1-27.
Mahayudin Hj Yahaya. 2013. ‘Umran dan Aplikasinya di Alam Melayu. Jurnal Antarabangsa Dunia Melayu 6(1): 1-33
Riyadi, A. K. (2018). Kontroversi al Umran: ibn Khaldun dan perdebatan klaim
Published
2022-12-31
How to Cite
Apriliza, Y. (2022). SIKLUS UMRAN / KERADABAN . Dakwatul Islam, 7(1), 48 - 58. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v7i1.590